Personal Vaporizer


Apa itu Personal Vaporizer? Sebelum kita membahas apa itu personal vaporizer, maka ada baiknya jika kita mengetahui dulu latar belakang dari pembahasan mengenai personal vaporizer. Di lingkungan sekitar kita, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya rokok. Hampir di semua tempat menjual rokok, baik itu eceran, hingga dalam jumlah besar. Hal ini tentu saja dikarenakan banyaknya pengguna dari rokok tersebut. Mulai dari supermarket besar, minimarket, sampai warung-warung kecil di pinggir jalan, hampir semuanya menjual rokok. Pengguna dari rokok pun sangat bervariasi, mulai dari remaja sampai orang tua, wanita dan pria, bahkan kadang-kadang anak-anak dibawah umur 17 tahun pun ada yang merokok.

Mengapa begitu banyak pengguna rokok? Merokok sudah menjadi kebiasaan bagi orang Indonesia, dan sudah menjadi hal yang sangat wajar di mata masyarakat Indonesia. Peringatan dari pemerintah sudah dilancarkan bertubi-tubi melalui iklan di televisi bahkan iklan-iklan di pinggir jalan. Akan tetapi, industri rokok tetap menjadi salah satu industri terbesar di Indonesia.

Bagi orang-orang yang sudah terbiasa merokok, sangat sulit untuk berhenti dari rokok. Hal ini disebabkan karena rokok mengandung nikotin yang membuat penggunanya merasa ketagihan. Racun dari rokok itu sendiri bukan terletak pada nikotin, melainkan pada tar, karbon monoksida hasil pembakaran, dan zat-zat kimia berbahaya lainnya. Pengguna rokok menghisap asap hasil pembakaran tembakau dimana hasil pembakaran tersebut menghasilkan banyak sekali racun dan racun tersebut kita hisap ke dalam tubuh kita.

Personal Vaporizer: Mengenal Personal Vaporizer lebih dekat

Personal Vaporizer sering juga disebut sebagai rokok elektrik. Akan tetapi, personal vaporizer dapat dikatakan sebagai generasi baru dari rokok elektrik. Personal vaporizer merupakan suatu alat (device) bertenaga baterai, yang akan memanaskan cairan dan menghasilkan uap, dimana uap tersebut akan dihisap oleh penggunanya. Pengguna tetap dapat menghisap personal vaporizer ini layaknya rokok biasa tanpa menghisap zat-zat kimia berbahaya seperti yang terkandung dalam rokok.

Personal vaporizer bukannya tidak memiliki racun sama sekali. Ya, personal vaporizer tetap menghasilkan racun bagi tubuh kita, akan tetapi kadarnya jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan rokok. Mengapa jauh lebih sedikit? Karena uap yang dihasilkan oleh personal vaporizer bukan berhasal dari hasil pembakaran, melainkan hasil dari pemanasan cairan (e-liquid) dimana e-liquid tersebut terbuat dari bahan-bahan yang aman (food grade) bagi tubuh kita.

Berhenti merokok bukanlah perkara mudah bagi kebanyakan orang. Bagi beberapa orang yang sudah merokok cukup lama (dengan kadar yang cukup banyak), berhenti merokok sangatlah sulit. Bahkan beberapa orang bisa jatuh sakit ketika berusaha berhenti dari merokok. Hal tersebut disebabkan oleh tubuh kita yang merasa kaget karena asupan nikotin yang biasanya diterima dari rokok, mendadak terhenti. Melihat kebutuhan perokok akan nikotin, e-liquid yang digunakan untuk personal vaporizer ada yang mengandung nikotin, ada pula yang tidak mengandung nikotin. Hal ini sangat membantu para pengguna rokok yang ingin berhenti dari kebiasaan merokok. Maka dari itu, bagi para pengguna rokok yang ingin berhenti merokok, personal vaporizer dapat dikatakan sebagai solusi yang sangat baik.

Personal Vaporizer: Bagaimana cara kerjanya?

Cara kerja personal vaporizer sebenarnya sangat simpel. Personal vaporizer menggunakan tenaga baterai untuk memanaskan kumparan / lilitan kawat, dan lilitan tersebut akan memanaskan e-liquid. Seperti layaknya air, e-liquid yang dipanaskan akan menghasilkan uap dan uap ini lah yang akan kita hisap. E-liquid terdiri dari bahan-bahan yang bisa dibilang cukup aman bagi tubuh kita. Apakah ada zat-zat barbahaya yang dihasilkan dari hasil pemanasan e-liquid? Jawabannya ada. Akan tetapi menurut penelitian di Amerika Serikat, kadarnya jauh dibawah racun yang dihasilkan dari rokok, yaitu sekitar 1/250 nya. Jadi jika kita dikatakan terancam terkena kanker setelah merokok 10 tahun, maka dengan personal vaporizer kita terancam terkena kanker setelah pemakaian sekitar 2500 tahun.

Personal Vaporizer: yang harus diperhatikan

Akan sangat bijaksana jika kita banyak mencari info terlebih dahulu mengenai personal vaporizer sebelum kita menggunakannya. Bertanya pada beberapa orang terdekat ataupun toko-toko yang menjual vaporizer. Kita sebaiknya menentukan terlebih dahulu, personal vaporizer jenis apa yang cocok untuk kita gunakan. Hal ini cukup penting jika kita tidak mau mengeluarkan kocek terlalu banyak untuk device yang terlalu tinggi spesifikasinya, dan tidak kecewa karena membeli device yang kualitasnya rendah demi harga yang lebih murah.

Selain mempelajari device apa yang cocok untuk kita gunakan, sebaiknya kita pun mempelajari terlebih dahulu mengenai e-liquid. E-liquid ada yang mengandung nikotin, mulai dari 3mg, 6mg, atau 8mg per ml. Akan tetapi, ada juga e-liquid yang tidak mengandung nikotin sama sekali. Hal ini akan sangat membantu pagi pengguna rokok yang ingin berhenti. Secara perlahan, kita dapat menggunakan e-liquid yang kadar nikotinnya sesuai dengan kebutuhan tubuh kita lalu dikurangi sedikit demi sedikit sampai akhirnya kita menggunakan e-liquid yang tidak mengandung nikotin sama sekali.

Personal Vaporizer: ada berapa jenis?

Personal vaporizer memiliki banyak sekali varian dari berbagai jenis merk. Mulai dari yang paling murah dengan kisaran harga 200.000 rupiah, sampai dengan 5 juta rupiah, bahkan lebih. Akan tetapi personal vaporizer secara umum, dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah electrical personal vaporizer, dan satu lagi adalah mechanical personal vaporizer.

Electrical personal vaporizer memiliki chip di dalamnya, sehingga besarnya tenaga yang dihasilkan oleh baterai dapat diatur. Keunggulan yang paling mencolok dari electrical personal vaporizer adalah penggunaannya yang sangat praktis. Sehingga, electrical personal vaporizer sangat cocok untuk menjadi personal vaporizer untuk pemula. Akan tetapi, karena memiliki chip / komponen listrik di dalamnya, penggunaan electrical personal vaporizer harus lebih apik. Seperti layaknya barang elektronik, electrical personal vaporizer tidak boleh terjatuh atau terbentur terlalu keras. Hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada electrical personal vaporizer.

Lain halnya dengan mechanical personal vaporizer. Mechanical personal vaporizer menggunakan baterai terpisah sebagai sumber tenaga dan tidak memiliki chip di dalamnya. Mechanical personal vaporizer rata-rata digunakan oleh pengguna yang lebih advance, karena penggunaannya lebih rumit dibandingkan dengan electrical personal vaporizer.

Personal Vaporizer: akhir kata

Akhir kata, Personal vaporizer merupakan device yang sangat baik bagi orang-orang yang ingin berhenti merokok, atau bahkan ingin menjadikannya sebagai gaya hidup. Kecenderungan perokok untuk menghisap sesuatu dapat dipenuhi dengan personal vaporizer. Selain uap yang dihasilkan tidak mengganggu orang-orang sekitar, rasa yang dihasilkan oleh personal vaporizer pun relatif lebih enak. Oleh karena itu, bagi orang-orang yang ingin berhenti merokok, sangat disarankan untuk mencoba personal vaporizer sebagai alternatif yang jauh lebih sehat dibandingkan dengan rokok biasa.

Social tagging: > >

13 Responses to Personal Vaporizer

  1. Andrya Tantra says:

    Gan , saya kan sudah sma, umur saya baru 15 thn. Saya boleh membeli vape tidak?

  2. Pamudya says:

    gan, mau tanya.. ini perasaan ane aja apa gman ya ? ane pake pico istick 75 watt, RDA Tsunami 22mm, kapas geekvape cotton, coil kathal a1, baru sehari dipake kapasnya udah warna kaya apel busuk. ane biasa main di watt 60an gan. padahal liquid warnanya bening.

    minta pengarahannya gan.

  3. Eko Sadewo says:

    Gan ane mau tanya
    lemo ane leaking ( bocor ) dari bawah ya? liquid udah 3 hari soalnya
    terus juga lemo klo pake VTwo mini maen di wat berapa?
    terus sama nicrome 80 26 AWG berapa lilit coilnya?

    thanx

  4. dede ridwan says:

    saya punya evic vtc tapi tiba tiba mati total bisa service ga ?

  5. axel parmonangan says:

    evic vtc saya kok gampang leaking sama dryhit kenapa ya bro ? saya pake coil 0.4

    • blackjackadmin says:

      kalo itu kemungkinan wicking nya kurang pas aja bro..
      coba ganti kapas dulu, banyakin sedikit kapasnya biar ga leaking..
      kalo dryhit ada kemungkinan ngisep nya intens gitu bro jadi kapasnya belum nyerap liquid uda diisep lagi.. hehehe
      Semoga menjawab yaa

Leave a Reply

error: